Garmin Asus Nuvifone M10
Masih mengunggulkan GPS, kali ini Garmin-Asus gunakan Windows Mobile sebagai basis perangkat pintarnya.
Fitur GPS (Global Positioning System) yang jadi kebanggaan Garmin kembali unjuk gigi di smartphone terbaru mereka, Nuvifone M10.
Akurasi dan kelengkapan petanya boleh diberi jempol. Kami sempat menjajalnya di perjalanan dengan rute Tangerang-Rangkas Bitung-Serang-Tangerang, dan mendapati peta, navigasi, serta Point of Interest yang akurat.
Pada navigasi, misalnya, posisi yang terlihat di peta dengan posisi yang sesungguhnya lumayan tepat. Kalau pun meleset, paling hanya 1-2 meter. Sinkronisasi terhadap satelit bisa disetel dengan rentang waktu yang kita inginkan.
Ketika digunakan untuk menuju lokasi tertentu, aplikasi ini menampilkan jalan-demi-jalan dengan lengkap. Karena navigasi sudah dilengkapi suara, kita bisa berkendara sambil dengar suara pemandu yang memberitahu jalur berikutnya. Dan ketika kita mengambil jalur yang berbeda dengan yang ditunjukkan, aplikasinya dengan cepat mengkalkulasi ulang jalur barunya.
Sayangnya, menurut representasi Asus, peta yang dibenamkan utamanya masih untuk pulau Jawa. Peta ini bisa di-upgrade secara gratis sebanyak satu kali saja; setelah itu, kita harus bayar untuk dapatkan upgrade lagi.
Namun tentu saja, Nuvifone M10 tidak cuma sekadar GPS. Sebagai smartphone, perangkat ini dibekali fasilitas yang cukup komplit. Dari sisi koneksi, perangkat ini mendukung jaringan HSDPA, WiFi, dan Bluetooth 2.0. Sedangkan sistem operasinya adalah Windows Mobile 6.5.3; berbeda dengan kakaknya (Nuvifone G60) yang bersistem operasi Linux. Karena berbasis Windows Mobile, dukungan aplikasi pihak ke-3 jelas lebih banyak.
Di jajaran aplikasi, kami temukan Bing, Adobe Reader LE, Ciao, Connected Service, Newstation, Facebook, dan YouTube. Windows Mobile 6.5 sendiri sudah tentu membawa Microsoft My Phone dan Marketplace. Di sini juga terlihat MSN Money, Weather, dan Currency Converter. Sebagai informasi tambahan, M10 sudah mendukung Java.
Di sisi hardware, perangkat seharga Rp.4 juta ini menggunakan prosesor Qualcomm 7227 600MHz yang dibantu ROM dan RAM masing-masing 512MB. Kombinasi tersebut menunjukkan performa yang cukup responsif, seperti saat melakukan aktivitas standar sampai membuka aplikasi.
Ketika hp terkoneksi ke PC via kabel data, ada opsi ActiveSync (untuk sinkronisasi/transfer file), atau Mass storage device (untuk storage). Kita juga bisa pakai Internet Sharing untuk pemakaian sebagai modem. Satu lagi yang perlu dicatat adalah M10 juga bisa WiFi sharing seperti yang ada di HTC HD2.
Dengan dimensi 11,7×5,8 cm, Bodi Nuvivfone M10 relatif besar untuk ditenteng. Tapi mengingat perangkat ini menjual GPS sebagai keunggulan utama, ukuran tersebut tidak menjadi masalah ketika sudah terpasang di mobil. Malah mungkin kurang besar ketika butuh lirikan cepat ke dashboard atau kaca depan saat sedang berkendara.
Ukuran layar sentuh yang 3.5 inci terbilang besar untuk hp sejenis. Namun layar sentuh tersebut bersifat resistif, artinya kita masih harus menggunakan stylus untuk mengakses menu di layar. Kita bisa saja menggunakan jari tangan, namun ketika kami coba, layar tersebut kurang sensitif terhadap sentuhan
Currency Converter, facebook, Fitur, Garmin Gps, Global Positioning System, Hardw, Hsdpa, Jaringan, Jempol, Money Weather, Msn Money, Point Of Interest, Posisi, Pulau Jawa, Rangkas Bitung, Sambil, Serang, Sisi, Tangerang, Youtube, bed hp resitif dan sensitif.


słychać dosadne nadwątlenie, a po buzi zażenowanie. Wniosek wobec tego jest jeden – oni nie czytają książek i wstydzą się do tego przyznać.
A czy Ty studiujesz książki ? Jestem ciekawski Twej odpowiedzi.
I love this site,