Awas Tuli Sensorineoral Bersifat Menetap

Gangguan pendengaran bisa menghambat banyak kegiatan sehingga tidak berjalan normal. Ada banyak faktor penyebab gangguan pendengaran atau tuli. Simak salah satu penyebab gangguan pendengaran sensorineoral.

Gangguan pendengaran sensorineoral disebabkan adanya kerusakan pada bagian dalam atau pada jalur syaraf pendengaran ke otak. Jenis kehilangan pendengaran ini biasanya bersifat menetap atau permanen dan tidak bisa diperbaiki secara medis atau melalui operasi. Hal ini jelas sangat merugikan.

Mengetahui penyebab gangguan pendengaran lainnya, berikut penjelasannya, berdasarkan data Pusat Alat Bantu Dengar (PABD) Melawai:

Faktor usia

Dikenal dengan presbikusis atau kerusakan syaraf, gangguan pendengaran sensorineoral terjadi secara berangsur-angsur, sehingga kadang-kadang tidak disadari. Biasanya gangguan pendengaran terjadi pada rentangan frekuensi tinggi yang sangat penting untuk memahami percakapan.

Paparan terhadap kebisingan

Suara ledakan senjata pada institusi milliter atau olahraga menembak, suara mesin di pabrik atau di rumah, suara musik yang keras dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Penyakit atau trauma

Penyakit meniere syndrome (yang disertai dengan vertigo, mual dan tinnitus) tumor, cedera kepala waktu lahir, fraktur tulang tengkorak dan juga dapat disebabkan oleh infeksi virus seperti TORCH (toksoplasma, rubella, citomegalivirus, herpes dan syphilis), diabetus miletus.

Obat-obatan

Banyak obat-obatan yang berefek samping kehilangan pendengaran, seperti: pemakaian aspirin dalam dosis tinggi, beberapa obat antibiotika, diuretika dan kemoterapi dapat menyebabkan kehilangan pendengaran. Sebaiknya selalu berkonsultasi dengan doktersebelum mengonsumsi obat-obatan dan taati petunjuk pemakaiannya.

Faktor-faktor lain

1. Merokok dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah ke telinga dalam

2. Faktor genetika atau keturunan

3. Akibat dari penyakit system lainnya.

.

One Response to “Awas Tuli Sensorineoral Bersifat Menetap”

Leave a Reply

.:[Close][Klik 2 x]:.